Sabtu, 14 November 2015

Makalah : SIKAP SELEKTIF TERHADAP ADANYA ARUS GLOBALISASI (Tugas ISD 2)

SIKAP SELEKTIF TERHADAP ADANYA ARUS GLOBALISASI
MAKALAH INI DIAJUKAN UNTUK TUGAS ILMU SOSIAL DASAR



 Disusun oleh

NAMA        : MEI PANITA SARI
                                       
                                                      NPM           : 14315115

      KELAS       : 1TA03

   MATA KULIAH       : ILMU SOSIAL DASAR

   DOSEN                      : EMILIANSHAH BANOWO

FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN S1 UNIVERSITAS GUNADARMA 2015
Jalan Margonda Raya 100 Pondok Cina- Depok, Jawa Barat





KATA PENGANTAR


Puji syukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, taufik, dan hidayah-Nya sehingga saya dapat menyelesaikan makalah Globalisasi ini dengan baik.
Makalah ini diharapkan mampu membantu saya dalam memperdalam mata Pelajaran dalam kegiatan belajar. Selain itu, makalah ini diharapkan agar dapat menjadi bacaan para pembaca agar menjadi warga negara yang baik dan bertanggung jawab karena materi ini disajikan mengarah pada sikap selektif terhadap globalisasi.
Oleh karena itu, makalah ini diharapkan agar bangsa Indonesia memiliki sikap yang kritis terhadap situasi dan kondisi kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara yang selalu berubah.Akhir kata, saya ucapkan terima kasih kepada para pembaca yang sudah berkenan membaca makalah ini dengan tulus ikhlas. Semoga makalah ini bermanfaat, khususnya bagi saya dan pembaca. Amin..




Depok, 13 November 2015

Penulis








DAFTAR ISI


LEMBAR JUDUL
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I.              PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang Masalah
1.2  Rumusan Masalah
1.3  Tujuan Penulisan
BAB 11      PEMBAHASAN
2.1  Pengertian Globalisasi
2.2  Proses Globalisasi
2.3   Faktor yang mempengaruhi meningkatnya globalisasi
2.4  Faktor –faktor munculnya globalisasi
2.5   Dampak Globalisasi
2.6  Menunjukan sikap selektif terhadap globalisasi
2.7   Nilai nilai dasar pancasila sebagai filter arus globalisasi
BAB 111         PENUTUP
3.1  Kesimpulan

DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN

1.1  LATAR BELAKANG
Globalisasi adalah suatu proses menjadikan sesuatu (benda atau perilaku) sebagai ciri dari setiap individu di dunia ini tanpa dibatasi oleh wilayah. Dengan adanya Globalisasi, kehidupan manusia menjadi lebih mudah, efektif, dan hemat. Arus modernisasi dan globalisasi itu mempunyai banyak nilai positif dan negatifnya:
Segi positifnya, informasi yang didapat menjadi lebih cepat dan akurat daripada masa-masa sebelumnya yang kebanyakan masih menggunakan cara-cara manual. Selain itu, semua orang juga merasa senang apabila ikut serta terhadap perkembangan zaman. Mereka tidak mau dikatakan ketinggalan zaman. Malah orang yang tidak mengikuti era globalisasi ini seringkali diejek oleh teman sejawatnya.
Sisi negatif dari arus modernisasi dan globalisasi pun juga tak kalah sedikitnya, fasilitas-fasilitas yang ada di era globalisasi ini sebagian besar disalahgunakan oleh para penggunanya. Contoh, internet sekarang ini sering dijadikan arena untuk mencari situs-situs porno, handphone digunakan untuk menyimpan data-data yang tidak mendidik moral seseorang, dan lain-lain.
Globalisasi secara langsung maupun tidak langsung dapat mempengaruhi perkembangan moral. Seseorang dapat berperilaku buruk akibat penggunaan teknologi yang tidak pada tempatnya. Efek dari Globalisasi tersebut dapat kita rasakan dalam kehidupan sehari-hari. Meleburnya norma dan nilai di masyarakat akibat Globalisasi membuat generasi muda tidak lagi mengindahkan aturan. Tindakan dan perilaku masyarakat yang arogan, mengikuti mode/trend, bergaya hidup mewah/boros, merupakan contoh nyata dari adanya globalisasi.
Permasalahan moral sebenarnya sudah ada sebelum Globalisasi muncul. Namun kemunculan Globalisasi dapat menjadi faktor yang mempengaruhi perkembangan moral. Dengan adanya Globalisasi, perkembangan moral dapat menjadi lebih baik karena informasi dapat dilakukan dengan cepat. Ajaran agama, motivasi, pendidikan, dan pengetahuan dapat diakses oleh siapa saja dengan cepat. Sehingga dengan globalisasi dimungkinkan perkembangan moral dapat ditingkatkan menjadi lebih baik.
Namun dengan Globalisasi pula dapat menjadi faktor rendahnya moral bangsa. Hal ini terutama disebabkan oleh penggunaan produk globalisasi yang tidak diimbangi oleh norma sebagai benteng diri. Dalam makalah ini, penulis mencoba mengkaji dampak Globalisasi terhadap perkembangan moral.
generasi muda adalah harapan masa depan, calon pemimpin masa depan, oleh karena itu  di pundak generasi mudalah nasib suatu bangsa dipertaruhkan. Suatu bangsa apa bila generasi mudanya memiliki kualitas yang unggul dan semangat yang kuat untuk memajukan budaya daerah yang didasari dengan keimanan dan akhlak mulia, maka bangsa itu akan besar.
Namun Saat ini kita dapat melihat betapa lemahnya peran generasi muda dalam menjaga dan  melestarikan budaya daerah masing masing. Di sini bisa kita lihat, bahwa generasi muda lebih  suka mengikuti budaya modern yang kebarat-baratan dari pada budaya daerah kita yang lebih beradat dan beradab.
Apabila generasi muda lebih memperhatikan budaya lokal maka budaya lokal suatu bangsa tidak akan punah di era globalisasi ini. Karena budaya lokal sangat berpengaruh terhadap perilaku generasi muda. Mereka akan akan lebih menghargai nilai budaya dan bahasa, nilai-nilai solidaritas sosial, kekeluargaan dan cinta tanah air yang dirasakan semakin kuat.

1.2.    Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang tersebut, rumusan masalah yang diangkat adalah bagaimana sikap selektif terhadap adanya globalisasi?

1.3.    Tujuan Penulisan
Tujuan penulisan makalah ini adalah sebagai salah satu syarat dalam pelaksanaan tugas mata kuliah ilmu budaya dasar khususnya tentang pembahasan pengaruh budaya lokal terhadap perilaku generasi muda. Melalui makalah ini, penulis mencoba untuk memberikan pengetahuan mengenai budaya lokal dan generasi muda serta pengaruh budaya lokal terhadap generasi muda itu sendiri.









BAB II
PEMBAHASAN


2.1.       Pengertian Globalisasi
Sebelum kita mengkaji lebih jauh tentang globalisasi, seyogyanya kita harus memahami terlebih dahulu pengertian globalisasi. Kamus Bahasa Inggris Longman Dictionary of Contemporary English, mengartikan global dengan concerning the whole earth. Maksudnya sesuatu yang berkaitan dengan dunia internasional atau seluruh alam jagad raya. Sesuatu hal yang dimaksud disini dapat berupa masalah, kejadian, kegiatan, atau bahkan sikap yang sangat berpengaruh dalam kehidupan yang lebih luas.
Menurut John Huckle, globalisasi adalah suatu proses dengan mana kejadian, keputusan, dan kegiatan di salah satu bagian dunia menjadi suatu konsekuensi yang signifikan bagi individu dan masyarakat di daerah yang jauh. Sementara itu, Albrow mengemukakan bahwa globalisasi adalah keseluruhan proses di mana manusia di bumi ini diinkorporasikan (dimasukkan) ke dalam masyarakat dunia tunggal, masyarakat global. Karena proses ini bersifat majemuk, kita pun memandang globalisasi di dalam kemajemukan.Secara ekonomi, globalisasi merupakan proses pengintegrasian ekonomi nasional bangsa-bangsa ke dalam sebuah sistem ekonomi global.
Menurut Prijono Tjjiptoherijanto, konsep globalisasi pada dasarnya mengacu pada pengertian ketiadaan batas antar negara (stateless). Konsep ini merujuk pada pengertian bahwa suatu negara (state) tidak dapat membendung “sesuatu” yang terjadi di negara lain. Pengertian “sesuatu” tersebut dikaitkan dengan banyak hal seperti pola perilaku, tatanan kehidupan, dan sistem perdagangan.
Dari beberapa definisi tersebut dapat dikatakan bahwa “globalisasi” merupakan suatu proses pengintegrasian manusia dengan segala macam aspek-aspeknya ke dalam satu kesatuan masyarakat yang utuh dan yang lebih besar.
Di sisi lain, ada yang melihat globalisasi sebagai sebuah proyek yang diusung oleh negara-negara adikuasa, sehingga bisa saja orang memiliki pandangan negatif atau curiga terhadapnya. Dari sudut pandang ini, globalisasi tidak lain adalah kapitalisme dalam bentuk yang paling mutakhir. Negara-negara yang kuat dan kaya praktis akan mengendalikan ekonomi dunia dan negara-negara kecil makin tidak berdaya karena tidak mampu bersaing. Sebab, globalisasi cenderung berpengaruh besar terhadap perekonomian dunia, bahkan berpengaruh terhadap bidang-bidang lain seperti budaya dan agama. Theodore Levitte merupakan orang yang pertama kali menggunakan istilah Globalisasi pada tahun 1985.
Scholte melihat bahwa ada beberapa definisi yang dimaksudkan orang dengan globalisasi:
1.      Internasionalisasi: Globalisasi diartikan sebagai meningkatnya hubungan internasional. Dalam hal ini masing-masing negara tetap mempertahankan identitasnya masing-masing, namun menjadi semakin tergantung satu sama lain.
2.      Liberalisasi: Globalisasi juga diartikan dengan semakin diturunkankan batas antar negara, misalnya hambatan tarif ekspor impor, lalu lintas devisa, maupun migrasi.
3.      Universalisasi: Globalisasi juga digambarkan sebagai semakin tersebarnya hal material maupun imaterial ke seluruh dunia. Pengalaman di satu lokalitas dapat menjadi pengalaman seluruh dunia.
4.      Westernisasi: Westernisasi adalah salah satu bentuk dari universalisasi dengan semakin menyebarnya pikiran dan budaya dari barat sehingga mengglobal.
5.      Hubungan transplanetari dan suprateritorialitas: Arti kelima ini berbeda dengan keempat definisi di atas. Pada empat definisi pertama, masing-masing negara masih mempertahankan status ontologinya. Pada pengertian yang kelima, dunia global memiliki status ontologi sendiri, bukan sekadar gabungan negara-negara

2.2  Proses Globalisasi
Globalisasi sebagai suatu proses bukanlah suatu fenomena baru karena proses globalisasi sebenarnya telah ada sejak berabad-abad lamanya.Di akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20 arus globalisasi semakin berkembang pesat di berbagai negara ketika mulai ditemukan teknologi komunikasi, informasi, dan transportasi.Loncatan teknologi yang semakin canggih pada pertengahan abad ke-20 yaitu internet dan sekarang ini telah menjamur telepon genggam (handphone) dengan segala fasilitasnya.
Bagi Indonesia, proses globalisasi telah begitu terasa sekali sejak awal dilaksanakan pembangunan. Dengan kembalinya tenaga ahli Indonesia yang menjalankan studi di luar negeri dan datangnya tenaga ahli (konsultan) dari negara asing, proses globalisasi yang berupa pemikiran atau sistem nilai kehidupan mulai diadopsi dan dilaksanakan sesuai dengan kondisi di Indonesia.
Globalisasi secara fisik ditandai dengan perkembangan kota-kota yang menjadi bagian dari jaringan kota dunia. Hal ini dapat dilihat dari infrastruktur telekomunikasi, jaringan transportasi, perusahaan-perusahaan berskala internasional serta cabang-cabangnya.

2.3 FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MENINGKATNYA GLOBALISASI

Adapun sebab-sebab meningkatnya globalisasi adalah terjadinya perubahan politik dunia, adanya aliran informasi yang begitu cepat serta  berkembang  pesatnya perusahaan-perusahaan multi nasional
1.      Runtuhnya komunisme ala Soviet melalui serangkain revolusi dramatisdi eropa timur pada tahun 1989, yang berpuncak pada bubarntya Uni Soviet itusendiri pada tahun 1991 dan runtuhnya komunisme memperkuat proses globalisasidan juga harus dilihat sebagai akibat dari proses globalisasi itu sendiri.
2.      Munculnya mekanisme pemerintahan internasional dan regional Uni Eropamerupakan bentuk pemerintahan Transtional. Masin-masing Negara  anggotamelepaskan kedaulatannya dalam tingkat tertentu.
3.      Munculnya berbagai organisasi antar pemerintahan dan organisasi non pemerintahan internasional. Organisasi antar pemerintahan adalah sebuah badan yang dibangun oleh pemerintah dan bertanggung jawab untuk mengukur danmengawasi kegiztzn tertentu yang linkupnya internasional.
4.      Aliran Informasi Yang Cepat Dan LuasPergeseran kecakrawala berfikir global ini memiliki dua dimensi.
5.      Berkembang Pesatnya Perusahaan-perusahaan Transnasional Perusahaan transnasional adalah perusahaan yang memproduksi barang atau jasa lebih dari satu Negara. Merupakan jantung perekonomian global.Perekonomian elektronik adalah factor lain yang memperkokoh globalisasi ekonomi.



2.4 FAKTOR-FAKTOR MUNCULNYA GLOBALISASI

1. Berkembang Pesatnya Teknologi Komunikasi Berkembang  pesatnya  teknologi komunikasi dimungkinkan oleh perkembangandalam infrastruktur teknologi dan telekomunikasi dunia, disetiap rumah dan kantor dilengkapi dengan tipe, mesin faks, televisi kabel dan digital mail elektronik daninternet. 140 juta orang menggunakan internet. Jumlah itu bertambah hamper 5 kalilipat pada tahun 2001, dimana jumlahnya lebih dari 700 juta orang. Menjamurnya
pengguanaan internet dan tipe genggam mempercepat dan memperdalam prosesglobalisasi, semakin banyak orang menjadi terhubungkan (interconnected) melalui penggunaa  teknologi ini  bahkan sampai  kekampunu-kampung  terpencil yangsebelumnya hamper tidak bisa dibayangkan bisa menggunakan teknologi ini. Dewasaini semakin banyak Negara mengakses jaringan komunikasi internasional yang padadekade-dekade sebelemnya hamper mustahil diwujudkan.
2. Adanya Integrasi Ekonomi DuniaGlobalisasi juga semakin mungkin terjadi oleh adanya intergrasi ekonomi dunia, perekonomian  global tidak lagi  melalui didasarkan pada pertanian atau industri.Melainkan, semakin didominasi oleh kegiatan perekonomian tanpa bobot. Adapun  perekonomian tanpa bobot adalah perekonomian yang produknya adalah informasi ,seperti  perangkat lunak computer,  produk media dan  hiburan dan jasa  berbasi sinternet. Perekonomian  berbasis pengetahuan  ditandai  oleh munculnya banyak konsumen yang cakap teknologi dan yang mudah menguasai. Kemajuan-kemajuanterbaru  dalam  bidang  komputerisasi, hiburan dan telekomunikasi sertamempraktekkannya dalam kehidupan keseharian mereka. Demikianpun partisipasidalam jaringan distribusi dunia yang sangat penting dalam berbisnis ditengah pasar global yang berkembang begitu cepat.

2.5  Dampak Globalisasi

Adanya globalisasi mampu membuat dunia tampak sempit, dahulu apabila kita akan menonton siaran sepak bola kita harus ke negara yang mengadakan pertandingan. Tapi sekarang kita tidak perlu kemana-mana, kita cukup melihat di televisi. Ketika akan menghubungi seseorang kita harus bertemu dengan orang tersebut, tetapi sekarang dengan adanya pesawat telepon kita tidak perlu bertemu langsung cukup berbicara melalui telepon saja. Adanya globalisasi membawa manfaat bagi umat manusia tetapi ada juga dampak buruknya.

1. Dampak Globalisasi di Bidang Sosial dan Budaya
Semakin bertambah globalnya berbagai nilai budaya kaum kapitalis dalam masyarakat dunia. Merebaknya gaya berpakaian barat di negara-negara berkembang. Menjamurnya produksi film dan musik dalam bentuk kepingan CD/ VCD atau DVD. Dampak positif globalisasi di bidang sosial adalah para generasi muda mampu mendapatkan sarana-sarana yang memungkinkan mereka memperoleh informasi dan berhubungan dengan lebih efisien dengan jangkauan yang lebih luas. Adapun dampak negatifnya adalah bahwa generasi muda yang tidak siap akan adanya informasi dengan sumber daya yang rendah hanya akan meniru hal-hal yang tidak baik seperti adanya bentuk-bentuk kekerasan, tawuran, melukis di tembok-tembok, dan lain-lain. Dengan adanya fasilitas yang canggih membuat seseorang enggan untuk berhubungan dengan orang lain sehingga rasa kebersamaan banyak berkurang. Manfaat globalisasi di antaranya adalah informasi yang dapat diperoleh secara mudah, cepat, dan lengkap dari seluruh dunia sehingga pengetahuan dan wawasan manusia menjadi lebih luas. Akan tetapi dengan adanya arus globalisasi kadang-kadang tidak disertai penyaringan. Semua informasi diterima apa adanya. Hal itu berakibat pada perubahan pola hidup, pola pikir, dan perilaku yang tidak sesuai dengan norma-norma kebudayaan bangsa Indonesia. Segi budaya merupakan segi yang paling rentan terkena dampak negatifnya. Bentuk informasi dan sarana yang dapat diterima dengan bebas mampu memengaruhi pola bertindak dan berpikir generasi muda. Sebagai contoh, menurunnya budaya membaca di kalangan pelajar, mereka lebih suka melihat televisi yang memperlihatkan tontonan yang mengandung unsur kekerasan yang kemudian mereka tiru.
2. Dampak Globalisasi di Bidang Ekonomi
Dampak positif globalisasi di bidang ekonomi adalah mampu memacu produktivitas dan inovasi para pelaku ekonomi agar produk yang dihasilkan mampu bersaing dengan produk-produk yang lain. Pada era globalisasi ini menuntut manusia yang kreatif dan produktif. Sedangkan dampak negatifnya adalah mampu menimbulkan sifat konsumerisme di kalangan generasi muda. Sehingga tidak mampu memenuhi tuntutan zaman karena sudah terbiasa menerima teknologi dan hanya mampu membeli tanpa membuatnya. Globalisasi dan liberalisme pasar telah menawarkan alternatif bagi pencapaian standar hidup yang lebih tinggi. Semakin melebarnya ketimpangan distribusi pendapatan antar negara-negara kaya dengan negara-negara miskin. Munculnya perusahaan-perusahaan multinasional dan transnasional. Membuka peluang terjadinya penumpukan kekayaan dan monopoli usaha dan kekuasaan politik pada segelintir orang. Munculnya lembaga-lembaga ekonomi dunia seperti Bank Dunia, Dana Moneter Internasional, WTO
3. Dampak Globalisasi di Bidang Budaya dan Politik
Negara tidak lagi dianggap sebagai pemegang kunci dalam proses pembangunan. Para pengambil kebijakan publik di negara sedang berkembang mengambil jalan pembangunan untuk mengatasi masalah sosial dan ekonomi. Timbulnya gelombang demokratisasi ( dambaan akan kebebasan ).

   2.6 Menunjukkan Sikap Selektif Terhadap Globalisasi

1. Latar Belakang dan Pengertian
Proses globalisasi yang membawa dampak positif maupun dampak negatif telah menembus ke segala penjuru dunia tanpa mengenal batas administrasi negara. Oleh karena itu, tindakan preventif yang harus kita lakukan terhadap arus globalisasi yaitu bersikap waspada dan selektif terhadap segala macam arus globalisasi tersebut. Untuk itu kita harus memiliki ketahanan nasional yang kuat.
Sikap selektif dapat diartikan sebagai sikap untuk memiliki dan menentukan alternatif yang terbaik bagi kehidupan diri, lingkungan masyarakat, bangsa, dan negara melalui proses yang berhati-hati, rasional, dan normatif terhadap segala macam pengaruh dari luar sehingga apa yang telah menjadi pilihan dapat diterima oleh semua pihak dengan penuh tanggung jawab.

2.7  Nilai Dasar Pancasila sebagai Filter Arus Global
Kita mempunyai nilai dasar yang dapat membentengi pengaruh buruk akibat arus globalisasi. Nilai dasar yang terkandung dalam Pancasila merupakan nilai-nilai yang digali dari budaya luhur bangsa.
Nilai Ketuhanan Yang Maha Esa memberikan pemahaman kepada bangsa Indonesia untuk percaya dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Nilai kemanusiaan yang adil dan beradab memberikan pemahaman kepada bangsa Indonesia untuk bersikap adil kepada sesama, menghormati harkat dan martabat manusia, dan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.
Nilai persatuan Indonesia memberikan pemahaman kepada bangsa Indonesia untuk senantiasa menempatkan persatuan, kesatuan, serta kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi atau golongan.
Nilai kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan memberikan pemahaman kepada bangsa Indonesia untuk bersikap demokratis yang dilandasi dengan tanggung jawab.
Nilai keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia memberikan pemahaman dan penyadaran kepada bangsa Indonesia atas hak dan kewajibannya yang sama dalam menciptakan keadilan dan kemakmuran. Oleh karena itu, kita harus dapat mengembangkan nilai dan sikap kekeluargaan dan kegotongroyongan dalam kehidupan masyarakat.


















BAB III
PENUTUP


3.1.         Kesimpulan
Globalisasi merupakan suatu gejala wajar yang pasti akan dialami oleh setiap bangsa di dunia, baik pada masyarakat yang maju, masyarakat berkembang, masyarakat transisi, maupun masyarakat yang masih rendah taraf hidupnya.
Dalam era global, suatu masyarakat/negara tidak mungkin dapat mengisolasi diri terhadap proses globalisasi. Jika suatu masyarakat/negara mengisolasi diri dari globalisasi, mereka dapat dipastikan akan terlindas oleh jaman serta terpuruk pada era keterbelakangan dan kebodohan.
Dampak positif dan negatif pada pengaruh globalisasi terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara pun ada. Salah satunya era globalisasi pada sistem politik. Bangsa Indonesia telah menerapkan kehidupan berdemokrasi yang telah membawa perubahan-perubahan yang besar, diantaranya pelaksanaan pemilu legislatif dengan sistem multipartai dan pemilihan presiden dan wakil presiden secara langsung. Itu dampak positifnya.
Sedang dampak negatifnya ialah pada kebanyakan negara berkembang akan memunculkan sikap dan tindakan anarkis yang dapat memakan banyak korban diantara sesama. Wawasan kebangsaan semakin terpuruk sehingga dapat menimbulkan disintegrasi bangsa. Seperti munculnya Gerakan Papua Merdeka dan Gerakan Aceh Merdeka.








DAFTAR PUSTAKA



Friday, May 31, 2013 | Labels: ILMU BUDAYA DASAR 
http://sayyidanchiam.blogspot.co.id/2012/10/makalah-pembahasan-globalisasi.html





Selasa, 20 Oktober 2015

Makalah :pengaruh urbanisasi terhadap pelestarian budaya lokal(Tugas ISD 1)

MAKALAH ILMU BUDAYA DASAR
PENGARUH URBANISASI TERHADAP PELESTARIAN BUDAYA LOKAL




Disusun oleh :
NAMA        : MEI PANITA SARI
NPM           : 14315115
KELAS       : 1TA03
FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN S1 UNIVERSITAS GUNADARMA 2015



Jalan Margonda Raya 100 pondok  cina-Depok,jawa Barat

Daftar isi


Kata Pengantar

Daftar Isi

BAB I : Pendahuluan
a.       Latar belakang

b.      Rumusan penulis

c.       Tujuan penulis

BAB II  : Pembahasan
a.                Pengertian Urbanisasi dan partisipasi generasi muda

b.                Proses urbanisasi

c.                 Faktor penyebab terjadinya urbanisasi

BAB III  : Kesimpulan dan penutup
a.                Kesimpulan

b.      Penutup


Daftar Pustaka / Sumber
KATA PENGANTAR

Puji syukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta karunia-Nya kepada saya sehingga saya berhasil menyelesaikan makalah ini yang alhamdulillah tepat pada waktunya yang berjudul “PENGARUH URBANISASI TERHADAP PELESTARIAN BUDAYA LOKAL.”
Makalah ini berisikan tentang informasi tentang apa saja peran kita sebagai generasi muda dalm melestarikan budaya. Diharapkan Makalah ini dapat memberikan informasi kepada kita semua tentang pentingnya melestarikan budaya terlebih kita sebagai generasi muda.
Saya menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna,oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini.

Akhir kata, saya sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga Allah SWT senantiasa meridhai segala usaha kita. Amin.

Depok,04 September 2015
Penulis







I.PENDAHULUAN
 A.Latar belakang
Kebudayaan adalah salah satu tema yang sudah tidak asing lagi terdengar di telinga kita.Banyak sekali tulisan,iklan,lagu yang mengangkat tema tentang kebudayaan.Di Indonesia sendiri,banyak orang termasuk kalangan anak muda mulai mengangkat kebudayaan Indonesia untuk dijadikan trend dalam segala bidang,misalnya dibisnis fashion,para anak muda Indonesia mencoba mengkomersilkan batik,sehingga batik dapat dinikmati oleh semua kalangan termasuk anak muda.Ada lagi misalnya distro-distro yang menjual baju bertema Indonesia.Ini artinya, walaupun kita tidak dapat menolak budaya barat yang masuk ke Indonesia,tapi setidaknya kita tidak benar-benar kehilangan identitas kita sebagai bangsa Indonesia.Maraknya pembangunan di kota kota besar di Indonesia dapat memacu pertumbuhan ekonomi. Sebagai dampaknya,kota kota tersebut akan menjadi magnet bagi penduduk di berbagai daerah/desa untuk berdatangan mencari pekerjaan dan bertempat tinggal.Disamping karena faktor penduduk desa yang memiliki sumber daya yang kurang ataupun tidak dimanfaatkan secara optimal untuk perkembangan kegiatan ekonomi desa,sehingga alas an tersebut dijadikan sebagai salah satu faktor pertimbangan untuk melakukan urbanisasi secara besar-besar untuk penduduk desa ke kota,dan ini menyebabkan terjadinya suatu system yang selalu berkaitan antar pengaruh budaya seseorang.





B.Rumusan masalah
Menghapus budaya karena pengaruh urbanisasi dari pembahasan diatas,maka yang menjadi rumusan masalah pada penulisan makalah ini yaitu bagaimana pengaruh urbanisasi terhadap budaya asal seseorang.Hal ini perlu dilestarikan oleh para generasi muda walaupun melakukan urbanisasi tidak asal.           

 C.Tujuan penulisan
1.     Menumbuhkan kesadaran terhadap generasi muda,akan pentingnya budaya terhadap kehidupan.
2.     Mengetahui bagaimana pengaruh perkembangan desa terhadap laju urbanisasi serta peningkatan urbanisasi di perkotaan.













II.PEMBAHASAN
A.Pengertian Urbanisasi dan partisipasi generasi muda
Pengertian urbanisasi sudah umum diketahui oleh mereka yang banyak bergelut di bidang kependudukan,khususnya mobilitas penduduk.Namun demikian ,mereka yang awam dengan ilmu kependudukan seringkali kurang tepat dalam memakai istilah tersebut. Dalam pengertian yang sesungguhnya,urbanisasi berarti presentase penduduk yang tinggal di daerah perkotaan.Sedangkan mereka yang awam dengan ilmu kependudukan seringkali mendefinisikan urbanisasi sebagai perpindahan penduduk dari desa ke kota . Padahal perpindahan penduduk dari desa ke kota hanya salah satu penyebab proses urbanisasi,di samping penyebab penyebab lain seperti pertumbuhan alamiah penduduk perkotaan,perluasan wilayah, maupun perubahan status wilayah dari daerah pedesaan menjadi daerah perkotaan dan semacamnya itu. (Tjiptoherijanto, 2007 dalam :http://robbyalexandersirait.wordpress.com/2007/10/05/urbanisasi-mobilitas-dan perkembangan-perkotaan-di-indonesia/).
Urbanisasi adalah perpindahan penduduk dari desa ke kota. Urbanisasi adalah perpindahan penduduk dari desa ke kota. Urbanisasi adalah masalah yang cukup serius bagi kita semua.Persebaran penduduk yang tidak merata antara desa dengan kota akan menimbulkan berbagai permasalahan kehidupan sosial masyarakat dan budaya. Jumlah peningkatan penduduk kotayang signifikan tanpa didukung dan diimbangi dengan jumlah lapangan pekerjaan,fasilitas umum,penyediaan pangan,dan lain sebagainya tentu adalah salah satu masalah yang harus segera di carikan jalan keluarnya. (Wikipedia,2010 dalam http:/id Wikipedia.org/wiki/urbanisasi) .

kita Sebagai generasi muda, sudah seharusnya berpartisipasi aktif pada pembangunan kota, khususnya dalam bidang budaya. Partisipasi tersebut dapat dilakukan melalui para generasi muda yang mempunyai kemauan, kemampuan, dan harapan yang besar untuk membangun suatu daerah lebih baik lagi dan bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk bersama-sama meningkatkan potensi yang ada di suatu daerah. Potensi yang dimiliki setiap daerah di Indonesia sangatlah besar karena begitu banyak budaya, kesenian, suku, ras, bahasa, agama, dan kepercayaan yang ada di Indonesia. Hal tersebut tentu bukanlah menjadi penghambat untuk kita karena begitu banyaknya perbedaan, namun sebaliknya perbedaan tersebut tentu akan menjadi kekuatan dan kelebihan yang dimiliki Indonesia seperti pada semboyan Bhineka Tunggal Ika, yaitu berbeda-beda tetapi pada hakikatnya tetap sebagai satu kesatuan.
Generasi muda sebagai elemen yang sangat penting dan tidak bisa digantikan dengan apapun dalam melestarikan kebudayaan yang ada di Indonesia dan sekaligus berkontribusi sangat besar dalam pembangunan bangsa dan Permasalahan terhadap masyarakat saat ini yang belum mengetahui, memahami, menguasai, dan mengkomunikasikan budaya lokal perlu suatu cara untuk dapat mengarahkan itu semua. Disinilah peran generasi muda di lingkungan tempat mereka tinggal untuk bersama-sama mengarahkan itu semua melalui pelestarian kebudayaan, salah satunya dengan ikut serta langsung dalam acara festival budaya di daerah masing-masing agar dapat mengenal dan mencintai kebudayaan yang ada di Indonesia sejak dini. Hal inilah yang membuktikan bahwa di pundak pemudalah masa depan pembangunan bangsa dan negara Indonesia, karena pada diri generasi muda tersimpan potensi yang besar dan memiliki daya kreatifitas yang tidak terbatas untuk kesuksesan suatu pembangunan. Begitu juga dalam pelestarian budaya di suatu Negara. Kontribusi dan apresiasi yang besar dari generasi muda sangat diperlukan karena generasi muda sebagai tenaga-tenaga professional yang energik, kreatif, dan inovatif.
Pemberdayaan generasi muda sebagai frontliner untuk melestarikan kebudayaan bangsa Indonesia ini sangat dibutuhkan sebagai upaya mempercepat kemajuan untuk dunia industri budaya dan pariwisata Indonesia di masa yang akan datang.
B. Proses Urbanisasi
Urbanisasi dikenal melalui empat proses utama keruangan (four major spatial processes),yaitu adanya pemusatan kekuasaan pemerintah kota sebagai pengambil keputusan dan sebagai badan pengawas dalam penyelenggaraan ubungan kota dengan daerah sekitar.
1)    Adanya arus modal dan investasi untuk mengatur kemakmuran kota dan wilayah disekitarnya.Selain itu,pemilihan lokasi untuk kegiatan ekonomi mempunyai pengaruh terhadap arus bolak balik kota-desa.
2)    Difusi inovasi dan perubahan yang berpengaruh terhadap aspek social,ekonomi,budaya politik di kota akan dapat meuas di kota kota yang lebih kecil bahkan ke daerah pedesaan.Difusi ini dapat mengubah suasana desa menjadi suasana kota.
3)    Migrasi dan pemukiman baru dapat terjadi apabila pengaruh kota secara terus menerus masuk ke daerah pedesaan.Perubahan pola ekonomi dan perubahan pandangan penduduk desa mendorong mereka memperbaiki keadaan sosial ekonomi.


C. Faktor penyebab terjadinya urbanisasi
Pada umumnya masyarakat melakukan urbanisasi karena adanya pengaruh yang kuat dalam bentuk ajakan,informasi,media massa,impian pribadi,terdesak kebutuhan ekonomi dan lain sebagainya.Pengaru-pengaruh tersebut bias berasal dari daerah asal(faktor pendorong) maupun daerah tujuan (faktor penarik).
Latar belakang atau sebab sebab terjadinya urbanisasi (soefaat,1999:36)yaitu:
1)             Pertambahan penduduk yang disebabkan oleh migrasi penduduk dari daerah kota tertentu (aspek demografis).
2)             Perubahan mata pencaharian yang semula bersumber pada pertanian menjadi orientasi pada industri dagang dan berbagai jenis jasa lainnya (aspek demografi)
3)             Perubahan gaya hidup penduduk yang berimigrasi seperti diatas dari gaya pedesaan menjadi gaya perkotaan  (aspek sosial).

A.   Faktor penarik terjadinya urbanisasi
-         Kehidupan kota yang lebih modern dan mewah
-         Sarana dan prasarana kota yang lebih lengkap
-         Banyak lapangan pekerjaan di kota
-         Tempat yang strategis untuk berbisnis
-         Kota banyak wanita catik dan laki laki ganteng
-         Pengaruh sinetron Indonesia



B. Faktor pendorong terjadinya urbanisasi
-         Jaminan hidup yang lebih layak
-         Lahan pertanian yang semakin sempit
-         Menganggur kerja karena tidak banyak lapangan kerja
-         Terbatasnya sarana dan prasarana di desa
-         Memiliki tekat yang kuat untuk menjadi orang kaya
C. Langkah  yang mungkin dilakukan  untuk tetap melestarikan budaya asal
1. Strengh (Kekuatan)
a. Keanekaragaman budaya lokal yang ada di Indonesia

Indonesia memiliki keanekaragaman budaya lokal yang dapatdijadikan sebagai ke  aset yang tidak dapat disamakan dengan budaya lokal negara lain.
Budaya lokal yang dimiliki Indonesia berbeda-beda pada setiap daerah. Tiap daerah memiliki ciri khas budayanya, seperti rumah adat, pakaian adat, tarian, alat musik, ataupun adat istiadat yang dianut. Semua itu dapat dijadikan kekuatan untuk dapat memperkokoh ketahanan budaya bangsa dimata Internasional.
b .Kekhasan budaya Indonesia
Kekhasan budaya lokal yang dimiliki setiap daerah di Indonesia memliki kekuatan tersediri. . Misalnya rumah adat, pakaian adat, tarian, alat musik, ataupun adat istiadat yang dianut. Kekhasan budaya lokal ini sering kali menarik pandangan negara lain.
Terbukti banyaknya warga asing yang  mempelajari budaya Indonesia seperti belajar tarian khas suat daerah atau mencari barang-barang kerajinan untuk dijadikan buah tangan. Ini membuktikan bahwa budaya bangsa Indonesia memiliki ciri khas yang unik.
c.  Kebudayaan Lokal menjadi sumber ketahanan budaya bangsa
Kesatuan budaya lokal yang dimiliki Indonesia merupakan budaya bangsa yang mewakili identitas negara Indonesia. Untuk itu, budaya lokal harus tetap dijaga serta diwarisi dengan baik agar budaya bangsa tetap kokoh.
2.Weakness (kelemahan)
a.kurangnya kesadaran masyarakat
Kesadaran masyarakat untuk menjaga budaya lokal sekarang ini masih terbilang minim. Masyarakat lebih memilih budaya asing yang lebih praktis dan sesuai dengan perkembangan zaman. Hal ini bukan berarti budaya lokal tidak sesuai dengan perkembangan zaman, tetapi banyak budaya asing yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa. Budaya lokal juga dapat di sesuaikan dengan perkembangan zaman, asalkan masih tidak meningalkan ciri khas dari budaya tersebut.
 b.Kurangnya pembelajaran budaya
Pembelajaran tentang budaya, harus ditanamkan sejak dini. Namun sekarang ini banyak yang sudah tidak menganggap penting mempelajari budaya lokal. Padahal melalui pembelajaran budaya, kita dapat mengetahui pentingnya budaya lokal dalam membangun budaya bangsa serta bagaiman cara mengadaptasi budaya lokal di tengan perkembangan zaman.


c.Minimnya komunikasi budaya
Kemampuan untuk berkomunikasi sangat penting agar tidak terjadi salah pahaman tentang budaya yang dianut. Minimnya komunikasi budaya ini sering menimbulkan perselisihan antarsuku yang akan berdampak turunnya ketahanan budaya bangsa.
3.Opportunity (peluang)
a. Indonesia dipandang dunia Internasional karena kekuatan budayanya
Apabila budaya lokal dapat di jaga dengan baik, Indonesia akan di pandang sebagai negara yang dapat mempertahankan identitasnya di mata Internasioanal.
b. Kuatnya budaya bangsa, memperkokoh rasa persatuan
Usaha masyarakat dalam mempertahankan budaya lokal agar dapat memperkokoh budaya bangsa, juga dapat memperkokoh persatuan. Karena adanya saling menghormati antara budaya lokal sehingga dapat bersatu menjadi budaya bangsa yang kokoh.
c. Kemajuan pariwisata
Budaya lokal Indonesia sering kali menarik perhatian para turis mancanegara. Ini dapat dijadikan objek wisata yang akan menghasilkan devisa bagi negara. Akan tetapi hal ini juga harus diwaspadai karena banyaknya aksi pembajakan  budaya yang mungkin terjadi.
d. Multikuturalisme
Dalam artikelnya, Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Lancang Kuning, Riau, Dr Junaidi SS MHum, mengatakan bahwa multikulturalisme meberikan peluang bagi kebangkitan etnik dan kudaya lokal Indonesia. Dua pilar yang mendukung pemahaman ini adalah pendidikan budaya dan komunikasi antar budaya.
4. Threatment (Tantangan)
a. Perubahan lingkungan alam dan fisik
Perubahan lingkungan alam dan fisik menjadi tantangan tersendiri bagi suatu negara   untuk mempertahankan budaya lokalnya. Karena seiring perubahan lingkungan alam dan fisik, pola piker serta pola hidup masyakrkat juga ikt berubah.
b.Kemajaun budaya
Meskipun dipandang banyak memberikan banyak manfaat, kemajuan teknologi ternyata menjadi salah satu factor yang menyebabkan ditinggalkannya budaya lokal. Misalnya, sistem sasi (sistem asli masyarakat dalam mengelola sumber daya kelautan/daratan) dikawasan Maluku dan Irian Jaya. Sistem sasi mengatur tata cara sertamusim penangkapan  di wilayah adatnya, namun hal ini mulai tidak di lupakan oleh masyarakatnya
c. Masuknya Budaya Asing
Masuknya budaya asing menjadi tantangan tersendiri agar budaya lokal tetap terjaga. Dalam hal ini, peran budaya lokal diperlukan sebagai penyeimbang di tengah perkembangan zaman.




III.KESIMPULAN DAN PENUTUP
 A.Kesimpulan
Tugas utama yang harus dibenahi adalah bagaimana mempertahankan, melestarikan, menjaga, serta mewarisi budaya lokal dengan sebaik-baiknya agar dapat memperkokoh budaya bangsa yang akan megharumkan nama Indonesia. Dan juga supaya budaya asli negara kita tidak diklaim oleg negara lain.Berikut beberapa hal yang dapat kita simak dalam rangka melestarikan budaya.
 B.Penutup
Semoga dengan adanya makalah ini,kita sebagai generasi muda selalu tanggap dan dapat lebih menghargai budaya itu sendiri.sehingga budaya dapat terjaga dengan baik dan tetap ada agar generasi setelah kita dapat menikmatinya.









DAFTAR PUSTAKA
Google.partisipasi generasi muda dalam melestarikan kebudayaan.Jakarta.2012
(Wikipedia,2010 dalam http:/id Wikipedia.org/wiki/urbanisasi) .
(Tjiptoherijanto, 2007 dalam :http://robbyalexandersirait.wordpress.com/2007/10/05/urbanisasi-mobilitas-dan perkembangan-perkotaan-di-indonesia/).