Kamis, 29 Juni 2017

LINIER PROGRAM

    a .       Persoalan            :
Cj
80
100
0
0
0

Basis

X1
X2
S1
S2
S3
bj

3
2
1
0
0
18

2
4
0
1
0
20

0
1
0
0
0
4
Zj

(Cj - Zj)

    b.      Penyelesaian     :

Cj
80
100
0
0
0

Ratio
Basis

X1
X2
S1
S2
S3
bj
18 : 2 = 9
S1
0
3
2
1
0
0
18
20 : 4 = 5
S2
0
2
4
0
1
0
20
4 : 1 = 4
S3
0

0
1
0
0
4
BK
(Pivot)
Zj
0
0
0
0
0

(Cj - Zj)
80
100
0
0
0

KK

Cj
80
100
0
0
0

Ratio
Basis

X1
X2
S1
S2
S3
bj
10 : 3 = 3,3
S1
0
3
0
1
0
0
10
BK
12 : 2 = 6
S2
0
2
2
0
0
0
12
4 : 0 = ꝏ
X2
100
0
1
0
0
0
4
(Pivot)
Zj
0
100
0
0
0
400
(Cj - Zj)
80
0
0
0
0

KK

Cj
80
100
0
0
0

Basis

X1
X2
S1
S2
S3
bj
X1
80
1
0
0,3
0
0
3,3
S2
0
2
2
0
0
0
12
X2
100
0
1
0
0
0
4
Zj
80
100
26,7
0
0
666,67
(Cj - Zj)
0
0
-26,7
0
0


Karena Cj – Zj ≤ 0 , maka sudah optimum dengan keuntungan atau laba sebesar 666,67


Minggu, 26 Maret 2017

Riset operasi

A.      Pengertian Riset Operasi

Secara harfiah kata operation dapat didefenisikan sebagai tindakan-tindakan yang diterapkan pada beberapa masalah atau hipotesis. Sementara kata riset (research) adalah suata proses yang terorganisasi dalam mencari kebenaran akan masalah atau hipotesis tadi. Kenyataannya, sangat sulit untuk mendefenisikan Operation Research, terutama karena batas-batasnya tidak jelas. Operation Reseach memiliki bermacam-macam penjelasan, berikut ini beberapa kutipan defenisi operation research yang dikemukan oleh para ahli operation research dalam berbagai literature.
Riset Operasi adalah suatu aplikasi dari berbagai metoda ilmiah untuk tujuan penguraian terhadap masala-masalah yang kompleks yang muncul dalam pengarahan dan pengelolaan dari suatu sistem besar (manusia, mesin-mesin, bahan-bahan, dan uang) dalam bidang perindustrian, bisnis, pemerintahan, dan pertahanan.
Pendekatan khusus ini bertujuan membentuk suatu model ilmiah dari sistem, menggabungkan berbagai faktor seperti kesempatan dan resiko, untuk meramalkan dan membandingkan hasil-hasil dari beberapa keputusan, strategi, atau pengawasan. Tujuannya adalah membantu pengambil keputusan  menentukan kebijaksanaan dan tindakannya secara ilmiah. (Operation Research Society of Great Britain).
Riset Operasi berkaitan dengan menentukan pilihan secara ilmiah bagaimana merancang dan menjalankan sistem manusia-mesin secara terbaik, biasanya membutuhkan alokasi sumber daya yang langka. (Dari buku Operation Reseach Principiles and Practice, karangan A.Ravindram dan Don T. Phillips dan James J. Solberg, dikutip dari Operation Reseach Society of America).
Riset Operasional berkaitan dengan menentukan pilihan secara ilmiah bagaimana merancang dan menjalankan sistem manusia-mesin secara terbaik, biasanya membutuhkan alokasi sumber daya yang langka. Operations research adalah pendekatan dalam pengambilan keputusan yang ditandai dengan penggunaan pengetahuan ilmiah melalui usaha kelompok antar disiplin yang bertujuan menentukan penggunaan terbaik sumberdaya yang terbatas. (Churchman, Ackoff dan Arnoff, 1957).
Operations research dijelaskan sebagai suatu metode, suatu pendekatan, seperangkat teknik, sekelompok kegiatan, suatu kombinasi beberapa disiplin, suatu perluasan dari disipilin-disiplin utama (matematika, teknik, ekonomi), suatu disiplinbaru, suatu lapangan kerja, bahkan suatu agama. OR mungkin beberapa dari semua hal ini. (S.L. Cook dalam Little Chid, 1977)
Berbagai defenisi diatas yang muncul dari berbagai ahli operation research karena begitu luasnya bidang dan kajian yang dapat dimasuki oleh disiplin ilmu operation reseach, berbagai defenisi diatas paling tidak ada rangkuman yang bisa diambil mengenai arti kata riset operasional, yaitu :
• Riset Operasional mencakup dua kata yaitu riset yang harus menggunakan metode ilmiah dan operasional yang berhubungan dengan proses atau berlangsungnya suatu kegiatan (proses produksi, proses pengiriman barang / militer / senjata, proses pemberian pelayanan melalui suatu antrian yang panjang).
•  Definisi lain adalah  : Riset Operasional adalah aplikasi metode ilmiah terhadap permasalahan yang kompleks dalam mengarahkan dan mengendalikan sistem yang luas mengenai kehidupan manusia, mesin-mesin, material dan uang dalam industri, bisnis, pemerintahan dan pertahanan.


B.      Tujuan Riset Operasi

Meskipun tujuan utama riset operasional ini adalah mendaptkan solusi optimal. Namun, dalam praktek manajerial lebih dipentingkan solusi yang memuaskan (satisficing). Keputusan dalam bisnis masih lebih banyak ditentukan oleh perilaku sang pengambil keputusan. Meskipun demikian, analisis kuantitatif dan sistematik tetap dibutuhkan sebagai dasar argumentasi yang dapat dipertanggungjawabkan secara rasional. Oleh sebab itulah kita memerlukan riset operasional sebagai salah satu tools untuk membantu dalam proses pengambilan keputusan di dalam perusahaan.
Sebagai suatu teknik pengambilan keputusan masalah, penelitian operasional harus dipandang sebagai suatu ilmu dan seni. Aspek ilmu terletak pada penggunaan teknik-teknik dan algoritma-algoritma matematik untuk memecahkan persoalan yang dihadapi; sedangkan aspek seninya terletak dalam kreativitas dan kemampuan operator dalam menganalisis sistem untuk pengambilan keputusan (the art of balancing). Riset operasional mencakup:

1.      Analsis Keputusan (MCDM, AHP, Analisis Keputusan dalam Ketidakpastian, serta FUngsi   BORDA)
2.      Programa Linier (Metode grafik, Simpleks, Dua Fasa, Primal Dual)
3.      Programa Integer
4.      Programa Dinamis
5.      Goal Programming
6.      Metode Transportasi
7.      Teori Antrian dan Simulasi, Teori Permainan, dan Rantai Markov


C.      Manfaat Riset Operasi
  1.  Merupakan alat untuk pengambilan keputusan dari berbagai sumber daya yang tersedia.
  2. Riset oprasi berusaha menetapkan arah tindakan terbaik (optimum) dari sebuah masalah keputusan dibawah pembatasan sumber daya terbatas.
  3. Memberikan pengembangan dari beberapa sektor, seperti teknik dan ilmu perhitungan, ilmu politik, matematik, ekonomi, teori probabilitas dan statistic.
  4. Memberikan kemudahan dalam pengambilan keputusan kegiatan kerja dalam bidang industri, bisnis, dan manajemen.


D.      Sejarah Riset operasi

Istilah Riset Operasional (Operation Reseach) pertama kali digunakan pada tahun 1940 oleh Mc Closky dan Trefthen di suatu kota kecil Bowdsey Inggris. Riset Operasional adalah suatu metode pengambilan keputusan yang dikembangkan dari studi operasional-operasional militer selama Perang Dunia II. Pada masa awal perang 1939, pemimpin militer Inggris memanggil sekelompok ahli-ahli sipil dari berbagai disiplin dan mengkoordinasi mereka ke dalam suatu kelompok yang diserahi tugas mencari cara-cara yang efisien untuk menggunakan alat yang baru ditemukan yang dinamakan radar dalam suatu sistem peringatan dini menghadapi serangan udara. Kelompok ahli Inggris ini dan kelompok-kelompok lain berikutnya melakukan penelitian (research) pada operasional-operasional (operations) militer.
Setelah kesuksesan tim riset operasional ini, militer Inggris dan Amerika Serikat melanjutkan mengaktifkan tim riset operasional. Sebagai hasilnya, tim riset operasional semakin banyak yang disebut dengan “peneliti operasional militer” yang mengaplikasikan pendekatan riset operasional pada permasalahan pertahanan nasional. Beberapa teknik yang mereka kembangkan memasukkan ilmu politik, matematik, ekonomi, teori probabilitas dan statistik.
Setelah perang, keberhasilan kelompok-kelompok penelitian operasional-operasional dibidang militer menarik perhatian para industriawan dalam dunia usaha yang berkembang semakin kompleks. Perkembangan dunia usaha ini sangat terlihat dengan jelas setelah revolusi industri. Industri semakin kompleks, sumber daya yang dimiliki digunakan untuk berbagai kegiatan atau aktivitas, organisasi industri semakin besar, dan semua itu sering menggunakan sumber daya yang terbatas. Keterbatasan sumber daya menyebabkan kepentingan masing-masing aktivitas atau bagian saling bentrok.
Melihat kesuksesan tim riset operasional pada militer, industri secara bertahap mengaplikasi penggunaan riset operasional. Sejak tahun 1951, riset operasional diaplikasikan di dunia industry dan bisnis di Inggris dan juga di Amerika Serikat. Sejak itu riset operasional memberikan dampak besar pada organisasi manajemen. Baik jumlah maupun variasi aplikasinya bertumbuh sangat cepat.


E.        Contoh Penggunaannya

1.         Persoalan Biaya Pemasaran Berbagai Produk
2.         Perencanaan Produksi
3.         Perencanaan Ekspor Non Migas
4.         Masalah Pencampuran (mix problem)
5.         Persoalan Transportasi
6.         Persoalan Antrian dan Persediaan



Selasa, 03 Januari 2017

Sengketa Wilayah Antara Negara Republik Indonesia Dengan Negara Timor Leste





Sudah tidak asing lagi bagi kita mendengar permasalahan negara Indonesia dengan negara tetangganya yaitu Timor Leste. Seperti yang pernah kita dengar, pada saat detik-detik gentingnya negara kita mengalami masa-masa yang menyulitkan. Persiden kita bapak Habibi mengundurkan diri tepat setelah mengesahkan pelepasan daerah Timor Leste menjadi negara merdeka dengan sendirinya.

Permasalahan yang sering terjadi antara Negara Republik Indonesia dengan Timor Leste tidak lain adalah sengketa tanah atau wilayah kedaulatan, hingga sampai saat ini yang terjadi.

Pemerintah Indonesia dan Timor Leste saling klaim lokasi sengketa di Desa Nelu, Kecamatan Naibenu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT) yang merupakan wilayah perbatasan kedua negara sebagai milik mereka.

Permasalahan ini terjadi karna, tanah yang disengketakan oleh warga Desa Nelu, Kecamatan Naibenu, Kabupaten Timor Tengah Utara, dan warga Leolbatan, Distrik Oekusi, Timor Leste, masuk wilayah Indonesia.



Menurut kepala badan pengelola perbatasan, warga Leolbatan merusak pilar yang menjadi pembatas antara wilayah Indonesia dan Timor Leste. Padahal, batas antara kedua negara telah disepakati tahun 2009 lalu.

Pembangunan jalan yang dilakukan pemerintah Timor Leste juga telah memasuki wilayah Indonesia. Sebab, lokasi jalan tersebut terletak di Dusun Sunsea, Desa Nelu, yang secara geografis merupakan bagian dari wilayah Indonesia. ”Aksi warga Desa Nelu yang memblokir jalan yang dibangun pemerintah Timor Leste, karena ingin menjaga kedaulatan wilayah Indonesia,” kata Eduard sebagai kepala badan pengelola perbatasan provinsi nusa tenggara timur Senin, 21 Oktober 2013.

Penetapan batas negara, kata Eduard, juga didasarkan pada perundingan antara Portugis dan Belanda, yang membagi wilayah jajahannya tahun 1404-1406. Itu sebabnya, pemerintah pusat diminta menugaskan aparatnya, khususnya dari Kementerian Luar negeri, untuk melakukan sosialisasi berkaitan dengan batas antara kedua negara. ”Sosilisasi masalah batas negara, memang menjadi tugas dan wewenang pemerintah pusat,” ujar Eduard.




Konsul Timor Leste Feliciano da Costa mengatakan, sesuai kesepakatan antara kedua negara tahun 2009, wilayah yang disengketakan tersebut masuk wilayah Timor Leste, termasuk kuburan tua di Desa Nelu.

Feliciano justru menuduh warga Nelu yang merusak pilar batas wilayah kedua negara. Karena itu, dia meminta aparat penegak hukum untuk menindak tegas pelaku perusakan. "Siapa yang merusak pilar itu akan berurusan dengan hukum," ucapnya.

Feliciano juga menilai pemerintah Indonesia kurang memberikan sosialisasi kepada masyarakat di perbatasan, sehingga masyarakat tidak tahu batas wilayah antara kedua negara. "Kata kuncinya kurang sosialisasi dari pemerintah Indonesia," tuturnya.

Warga desa di kedua negara, pertengahan Oktober 2013 lalu, terlibat bentrokan selama tiga hari. Bentrokan dipicu sengketa tanah tersebut. Kedua kelompok warga yang masih merupakan kerabat tersebut terlibat saling serang. Warga Desa Nelu merasa harus mempertahankan tanahnya, karena pembangunan jalan yang dilakukan pemerintah Timor Leste telah melewati batas wilayah, bahkan masuk ke wilayah Indonesia sejauh 500 meter. Bahkan, jalan tersebut menerabas tanah kuburan warga Nelu.


Sebaliknya, warga Leolbatan, Distrik Oekusi, Timor Leste, yang merasa tanah itu miliknya, mempertahankannya.


Sumber : www.tempo.co/topik/masalah/1139/sengketa-perbatasan-indonesia-timor-leste